Kamis, 24 Desember 2015

MUKADDIMAH

Alkisah, disebuah masa diakhir periode ke-khalifah-an ada seorang penguasa kafir dari negeri seberang datang ke kerajaan menghadap sang khalifah. Dia bertanya pada sang khalifah, "yaa pemimpin kaum muslimin, apakah jika aku mengikuti agamamu aku akan mendapat gelar keagamaan di agamamu??". Sang raja kebingungan dan kemudian memanggil seluruh alim ulama untuk menjawab pertanyaan tersebut. Menurut kisah, tak seorang pun diantara para ulama yang mampu menjawabnya. Hal itu mengakibatkan mereka semua mendapatkan hukuman penggal.

kemudian tiba masa kala Abu Nawas yang dipanggil untuk menjawab pertanyaan tersebut. "yaa Abu Nawas, kira-kira adakah gelar keagamaan yang akan diberikan kepadaku jika aku mengikuti agamamu??" bertanyalah sang raja. Kemudian dijawab dengan sanai oleh Abu Nawas, "ada yaa paduka raja..". Tersentak, sang raja kemudian bertanya apa gerangan gelar keagamaan yang akan diberikan kepadanya jika dia memeluk islam yang akhirnya dijawab oleh si Abu Nawas, "Laknatullah 'Alaiih wahai paduka raja". Bergembiralah sang raja kafir itu, kemudian dia memeluk islam bergelarkan gelar itu, serta selamatlah sang Abu Nawas dari ancaman pemenggalan kepala.
hahahaha

***

Dan kini, disalah satu pijakan tanah dbawah kolong langit hidup seorang Abu Nawas, walau dalam konotasi negatif. Dia hidup berkalung perbuatan licik dan 'kalasi'. Menurut cerita rakyat yang berkembang, dia telah mendapatkan kutukan 100 dosa. Kini, dia hidup dengan perbuatannya sembari menghitung dan menanti hukuman dari kutukan yang menimpanya. Mari kita nanti dosa apa saja yang menjadi kutukan bagi si Fuland dan kelak apa hukuman atau ganjaran yang akan menimpanya..
Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar